Home | Artikel

Duel Gagasan Ferry-Lilis vs Daffa-Risti


Diposting pada tanggal 15 Desember 2025 PURWAKARTA – Suasana Lapang Upacara SMK Negeri 1 Purwakarta berubah menjadi arena adu gagasan yang panas namun sportif pada tanggal 15 Desember lalu. Ratusan siswa, guru, dan staf berkumpul untuk menyaksikan momen puncak dari pesta demokrasi sekolah: Debat Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS masa bakti mendatang. Dua pasangan calon (paslon) terbaik telah terpilih untuk memperebutkan kursi nomor satu di organisasi siswa tersebut. Mereka adalah pasangan nomor urut 1, Ferry Ferdiansyah & Lilis Nuraeni, yang menantang pasangan nomor urut 2, Daffa Muhammad Fauzan & Risti Aulia. Visi Misi: Antara Inovasi dan Harmoni Debat dibuka dengan pemaparan visi dan misi yang lugas dari kedua kandidat. Ferry Ferdiansyah, yang tampil percaya diri bersama pasangannya Lilis Nuraeni, membawa narasi perubahan berbasis digital. Dalam orasinya, Ferry menekankan pentingnya OSIS sebagai jembatan bagi siswa SMK untuk lebih melek teknologi dan siap kerja. "Kami tidak ingin OSIS hanya menjadi penyelenggara event tahunan. Bersama Ferry dan Lilis, kami ingin OSIS menjadi inkubator kreativitas siswa melalui program 'SMK Go Digital' dan penguatan entrepreneurship muda," ujar Ferry yang disambut tepuk tangan meriah dari pendukungnya. Di sisi lain, pasangan Daffa Muhammad Fauzan & Risti Aulia menawarkan pendekatan yang lebih humanis dan berfokus pada karakter. Daffa menyoroti pentingnya solidaritas antar-jurusan yang selama ini dianggap masih bersekat-sekat. "Kekuatan SMK Negeri 1 Purwakarta ada pada kebersamaannya. Visi kami adalah menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, disiplin, namun tetap asyik. Kami ingin 'Satu Rasa, Satu Jiwa' bukan hanya slogan, tapi budaya," tegas Daffa dengan nada berapi-api. Segmen Panas: Adu Argumen dan Solusi Suhu ruangan semakin meningkat saat memasuki sesi tanya jawab dan debat terbuka. Moderator memberikan pertanyaan krusial mengenai kedisiplinan siswa dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Tim Ferry-Lilis menawarkan solusi berbasis sistem poin digital untuk memantau kedisiplinan dan reward bagi kelas terbersih. Tim Daffa-Risti menyanggah dengan argumen bahwa sistem tidak akan jalan tanpa kesadaran. Mereka menawarkan program "Duta Lingkungan" per kelas dan pendekatan persuasif dari hati ke hati untuk menangani siswa bermasalah. Momen menarik terjadi ketika Risti Aulia memberikan pertanyaan tajam mengenai realisasi program kerja di tengah padatnya jadwal Praktik Kerja Lapangan (PKL). Lilis Nuraeni menjawab dengan tangkas, menekankan pada teamwork dan pendelegasian tugas yang terstruktur agar roda organisasi tetap berjalan meski pengurus inti sedang magang. Antusiasme Pemilih Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya debat hingga akhir. Sorak-sorai yel-yel dari kedua kubu terus menggema setiap kali jagoan mereka berhasil mematahkan argumen lawan. "Jujur bingung mau pilih mana. Ferry programnya keren dan modern, tapi Daffa cara ngomongnya menyentuh dan merangkul banget," ungkap salah satu siswa kelas X yang ditemui seusai acara. Menuju Kotak Suara Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Purwakarta dalam sambutan penutupnya mengapresiasi kedewasaan berpolitik yang ditunjukkan oleh kedua paslon. "Siapapun yang terpilih nanti, ingatlah bahwa kemenangan sejati adalah ketika kalian bisa berkolaborasi memajukan almamater," pesannya. Pemungutan suara dijadwalkan akan dilaksanakan segera setelah masa tenang. Apakah warga SMK Negeri 1 Purwakarta akan memilih Inovasi Digital ala Ferry-Lilis, atau Solidaritas Karakter ala Daffa-Risti? Kita tunggu hasilnya. Versi cetak
#duel gagasan ferry-lilis vs daffa-risti

Artikel Terkait



Artikel Terkini



Polling Pendapat


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?